5 AKSI TERORISME TERPARAH YANG PERNAH DICATAT SEJARAH!

Terorisme adalah tindakan yang paling dikecam diseluruh dunia dan menjadi musuh besar setiap negara di dunia. Di Indonesia sendiri, aksi terorisme telah terjadi berkali-kali. Yang terakhir adalah pengeboman di tiga gereja di Surabaya pada bulan Mei lalu dan menewaskan sejumlah orang.

Namun itu masih merupakan sebagian kecil dari aksi-aksi gila mereka. Diseluruh dunia, mereka telah menghabisi nyawa ribuan orang tak bersalah demi menegakan sebuah paham radikal. Nah kali ini Ranking Bos merangkum 5 aksi terorisme paling fatal di seluruh dunia dengan korban terbanyak. Tanpa berlama-lama lagi, yuk langsung kita simak videonya folks!

 

5. Bom Kereta Api di Madrid, 2004

Bom kereta api di Madrid ini terjadi pada 11 Maret 2004, tiga hari sebelum pemilihan umum Spanyol. Tragedi ini menewaskan 192 orang dan melukai sekitar 2.000 orang. Korban jiwa berasal dari berbagai negara, seperti Spanyol, Rumania, Kuba, Cile, Kolombia, Republik Dominika, Ekuador, Guinea-Bissau, Honduras, Maroko, Peru, dan Polandia.

Penegak hukum Spanyol menuding sekelompok warga Maroko, Suriah, dan Aljazair serta dua anggota Garda Sipil dan sejumlah informan polisi terlibat dalam tragedi itu. Semula pemerintah Spanyol menuduh ETA berada di balik peristiwa ini. Namun, di kemudian hari muncul dugaan keterlibatan Al-Qaeda. Dugaan ini mendekati kebenaran setelah muncul klaim dari kelompok tak dikenal yang memiliki hubungan dengan Al-Qaeda.

 

4. Serangan di Mumbai, India, 2008

Peristiwa ini terjadi mulai dari tanggal 26 November 2008 sampai dengan 29 November 2008. Para pelaku melakukan serangkaian penembakan, peledakan, dan penyanderaan. Serangan-serangan tersebut terjadi di stasiun kereta api Chhatrapati Shivaji Terminus (CST) yang ramai; dua hotel lima bintang yaitu Oberoi/Trident dan Taj Mahal Palace; Kafe Leopold, sebuah restoran yang terkenal di kalangan turis; Rumah Sakit Cama; gedung pusat komunitas Yahudi Mumbai Chabad House; dan kantor polisi.

Sekurang-kurangnya 188 orang, termasuk sekurang-kurangnya 22 warga asing, dipastikan menjadi korban, sementara sekitar 370 orang cedera.

Pada 28 November 2008 pagi, hampir semua lokasi serangan, kecuali hotel Taj Mahal, sudah bisa dikuasai aparat keamanan India. Pada 29 November, aparat keamanan India menggelar Operasi Tornado Hitam untuk membersihkan para penyerang yang tersisa di hotel Taj Mahal sekaligus mengakhiri serangan ini.

 

3. Bom Bali I (2002)

Aksi pengeboman oleh teroris memang terjadi dua kali di Bali, namun yang terparah adalah kasus bom Bali 1 yang terjadi pada tahun 2002. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat.

Tim Investigasi Gabungan Polri dan kepolisian luar negeri yang telah dibentuk untuk menangani kasus ini menyimpulkan, bom yang digunakan berjenis TNT seberat 1 kg dan di depan Sari Club, merupakan bom RDX berbobot antara 50–150 kg.

Aksi teroris ini menewaskan 88 warga Australia, 38 warga Indonesia, dan 20 orang lainnya dari berbagai kebangsaan, serta 209 orang terluka.

Pada 8 November 2008, tiga orang terpidana utama Bom Bali I, yaitu Imam Samudra, Amrozi, dan Ali Ghufron menjalani eksekusi hukuman mati di Nusakambangan.

 

2. Penyanderaan Sekolah di Belsan, Rusia, 2004

Insiden yang berawal dari penyanderaan itu berakhir dengan tragedi yang berpengaruh besar bagi Negeri Beruang Merah. Penyanderaan dimulai pada 1 September 2004 dan berlangsung selama tiga hari. Peristiwa ini menyandera lebih dari 1.100 orang (termasuk 777 anak-anak).

Pelaku penyanderaan adalah Batalion Riyadus-Salikhin utusan dari panglima perang Chechnya Samil Bassayev yang berseteru dengan Pemerintah Rusia. Kelompok bersenjata itu menyerbu dan menduduki sekolah nomor satu (SNO) di kota Beslan, Ossetia Utara, di wilayah Kaukasus Utara.

Pada hari ketiga, ledakan terdengar dari dalam gedung olahraga yang menewaskan sejumlah sandera dan merobohkan atap gedung dan menimpa beberapa sandera lainnya. Hal tersebut memaksa pasukan militer Rusia untuk mengerahkan senjata berat seperti tank dan bazoka.

Di akhir kekacauan sedikitnya 334 sandera tewas, 186 diantaranya adalah anak-anak. Lebih dari 700 sandera luka-luka dan hampir 200 lainnya sampai hari ini dinyatakan hilang atau tidak dapat diidentifikasi. Pihak Rusia mengklaim telah menewaskan 31 dari 32 orang teroris dalam penyerbuan itu. Satu teroris yang masih hidup dihukum seumur hidup.

 

1. Tragedi 11 September 2001

Ini adalah serangan teroris terbesar dan paling biadab yang penah terjadi dalam sejarah. Serangan ini merupakan aksi terkoordinasi, ketika dua pesawat penumpang United Airlines dan American Airlines dibajak dan ditabrakkan ke menara kembar WTC di New York, Amerika Serikat. Kedua gedung pencakar langit itu runtuh dan menewaskan 2.996 orang serta melukai 6.000 orang lainnya.

Amerika Serikat langsung menuding Al Qaeda sebagai dalang dari serangan ini dan langsung merespons dengan mengobarkan perang melawan terorisme yang diikuti invasi ke Afganistan dan menggulingkan Taliban yang diyakini menyembunyikan Osama bin Laden. Awalnya, Osama bin Laden membantah mendalangi serangan itu, tetapi pada 2004 dia kemudian mengklaim bertanggung jawab atas tragedi 11 September 2001.

Pada Mei 2011, setelah diburu bertahun-tahun, Presiden Barack Obama mengumumkan bahwa bin Laden ditemukan dan ditembak mati oleh marinir AS, walaupun belum ada bukti yang dipublikasikan yang menyatakan kematian tersebut dengan gamblang.

 

Okay folks itulah dia 5 aksi teroris terparah dalam sejarah. Semoga aksi-aksi seperti ini tidak akan pernah terulang kembali ya. Tidak ada satupun agama yang membenarkan pembunuhan apalagi kepada orang yang tidak berdosa serta mengatas-namakan Tuhan padahal ada unsur politik dibaliknya. Kalau kamu suka dengan video ini jangan lupa klik tombol like dan subscribe yah folks karena masih banyak fakta-fakta menarik lainnya yang menunggu untuk dibahas!