5 FAKTOR INI TERNYATA BISA MENYEBABKAN PESAWAT JATUH!

Kita baru saja dikejutkan dengan sebuah berita duka yakni pesawat milik makapai penerbangan swasta yang bernama Lion Air dengan kode pesawat JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang kepulauan Bangka Belitung jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan atau disingkat (Perdospi), ada banyak faktor yang bisa menyebabkan pesawat terbang bisa jatuh. Faktor-faktor apa sajakah itu? Tanpa berlama-lama lagi, yuk langsung kita simak videonya folks!

 

5. ANGIN

Angin yang berembus dari atas, belakang atau samping bisa membuat pesawat terbalik karena angin punya kemampuan untuk menghilangkan udara dari sekitar sayap pesawat. Dalam kasus seperti ini, pesawat akan kehilangan kecepatan saat berada di ketinggian tertentu.

Yang paling berbahaya dari fakta seperti ini adalah microburst: yaitu aliran udara yang mendadak, kuat, dan terlokalisasi. Awak pesawat di seluruh dunia menjalani pelatihan ekstensif untuk mengahadapi microburst karena akibatnya sangat fatal bagi pesawat yang mendarat atau lepas landas.

 

4. PERANGKAT LUNAK

Saat ini pesawat mengandalkan pendaratan otomatis ketika jarak pandang pilot hanya 75 meter — biasanya di malam hari dan cuaca berkabut. Teknologi benar-benar mengambil alih “penglihatan” ketika mata manusia tidak mampu melakukannya.

Sebagai contoh, pada 14 September 1993, kecelakaan pesawat menimpa Lufthansa A320-211. Pesawat milik maskapai penerbangan Jerman ini mengalami kecelakaan di bandara Warsawa, Polandia, setelah melewati landasan pacu saat ingin mendarat.

Kecelakaan pesawat dengan nomor penerbangan 2904 tersebut memakan dua korban jiwa, yaitu satu kru dan satu penumpang. Penyebabnya yaitu pesawat menabrak bukit di ujung landasan Bandara Chopin Warsawa, Polandia.

Saat mendekati landasan pacu 11, area sekitar dinyatakan aman untuk mendarat (clear). Namun mereka mendapat peringatan tentang angin yang mendadak berubah. Setelahnya, hujan turun.

Saat mendarat, roda-roda pesawat meluncur di atas landasan yang basah dan cenderung licin. Di satu sisi, komputer pesawat masih terprogram untuk penerbangan di udara, dengan demikian A320-211 menonaktifkan sistem pengeremannya.

Pilot yang melihat posisi pesawat tak pas dengan landasan pacu, memutuskan untuk mengarahkan pesawat ke kanan. Terlambat, pesawat telah menabrak bukit. Si jago merah mulai berkobar di sayap kiri dan menembus kabin penumpang.

 

3. BAHASA

Bahasa universal dalam dunia penerbangan adalah bahasa Inggris. Semua pilot wajib memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Namun meskipun begitu, masih saja bahasa adalah salah satu faktor yang menyebabkan miss komunikasi antara pilot dengan pengendali menara. Mengapa? Karena aksen setiap negara itu berbeda-beda. Itulah yang kadang membuat miskomunikasi.

Miskomunikasi antara pilot dan petugas menara kontrol dapat menyebabkan kecelakaan fatal, terutama saat mendarat. Karena pilot harus memastikan bahwa landasan tersebut benar-benar aman untuk pendaratan. Situasi ini semakin sulit ketika jarak pandang terbatas yang dialami oleh pilot itu sendiri.

 

2. PILOT KURANG TIDUR SERTA KECAPEKAN

Jam kerja yang sangat panjang akan membuat pilot sangat kelelahan, Ditambah lagi dengan kurangnya waktu tidur yang harus dialami  oleh pilot pesawat terbang. Terjaga selama 17 jam tanpa henti itu sama seperti darah tercampur dengan alkohol 0,5% yang bisa membuat sempoyongan.

Padahal pilot dituntut untuk berkonsentrasi penuh selama waktu kurang lebih 3 menit saat lepas landas maupun saat mendarat. Karena 80% kecelakaan pesawat yang terjadi adalah pada momen-momen tersebut.

Pilot harus memegang kendali penuh dan mematikan mode auto pilot saat lepas landas dan pendaratan. Selain itu pada penerbangan dini hari terutama pukul 03.00 pagi dimana kondisi fisiologis seorang pilot sedang berada di titik rendahnya, mereka dituntut untuk berkonsentrasi penuh.

Survey NASA mengungkapkan bahwa 70% dari pilot pesawat Amerika Serikat tertidur minimal sekali selama penerbangan. Itulah sebabnya 1 pilot cadangan harus selalu terjaga di kokpit pesawat.

 

1. PILOT BUNUH DIRI

Pilot adalah orang yang harus bertanggungjawab mengendalikan pesawat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan burung besi. Namun, beberapa kasus menunjukkan pilot melakukan bunuh diri saat pesawat sedang terbang.

Misalnya, pada tahun 1999 kasus EgyptAir Flight 990. Co-pilot secara sadar menabrakkan pesawat ke Samudra Atlantik, sementara sang kapten tidak ada.

Pada tahun 1982, kasus Japan Airlines Flight 350, kapten yang mengalami gangguan mental mencoba bunuh diri dengan membalikkan pesawat, padahal pesawat itu dekat dengan landasan pacu. Akibatnya, 24 dari 174 penumpang tewas.

Dalam kasus Germanwings Flight 9525 (Airbus A320-200), co-pilot Andreas Lubitz mengunci pilot dari kabin dan menabrakkan pesawat dengan sengaja.

Akibatnya, maskapai penerbangan ini harus mengadopsi aturan baru pasca insiden tersebut: setidaknya dua personel berwenang harus disertakan dalam kokpit pesawat. Waduh bunuh diri dia ngajak-ngajak orang!

 

Okay folks itulah dia 5 faktor yang bisa menyebabkan pesawat terbang jatuh. Kalau kamu suka video ini jangan lupa klik like dan subscribe yah folks! Thank you!