Bukti Bahwa Smartphone Merusak Bumi !

Smartphone bagi masyarakat ‘zaman now’ adalah hal yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari hidup kita. Malahan ada yang berkata lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan smartphone. Kalau sudah begini yah mau gimana lagi.

Semua hal tersebut terjadi dikarenakan banyak sekali hal yang dapat dilakukan hanya dengan smartphone seperti mengambil foto, menghubungi kerabat, berselancar di internet, mendengarkan musik, bahkan membayar tagihan listrik pun bisa dilakukan dengan smartphone ini.

Namun kalian tahu gak sih kalau ada kisah sedih dibalik pembuatan smartphone bagi bumi kita? Kalau belum tahu, yuk kita simak tulisan berikut ini.

Bukti Bahwa Smartphone Merusak Bumi.

  1. Racun Limbah Smartphone

     

    Saat memproduksi smartphone, tentunya pabrik akan menghasilkan limbah. Limbah inilah yang berbahaya bagi kesehatan apabila tidak ditangani dengan baik.

    Contohnya di Mongolia, ada sebuah danau yang tercemar oleh limbah produksi smartphone sehingga menyebabkan masyarakat sekitarnya mengalami migrain dan arthritis karena danau ini jadi sumber air minum.

    Selain itu, tanaman dan binatang juga langsung mati sehingga masyarakat sana tidak bisa lagi bercocok tanam dan berternak. Kasian ya guys?

  2. Racun Di Touchscreen

     

    Touchscreen beracun? Ya! Zat kimia bernama Z-Hexane digunakan untuk melapisi smartphone. Zat ini sangatlah beracun dan mampu merusak sistem saraf. Banyak pekerja di pabrik smartphone mengalami keracunan zat ini karena menghirup dalam jumlah banyak dan waktu yang lama.

  3. Penderitaan dibalik Pembuatan Baterai Smartphone

    Tiga komponen utama yang digunakan untuk membuah baterai smartphone adalah Graphite, Cobalt, dan Lithium. Ketiga komponen ini didapatkan dari hasil pertambangan. Proses penambangan ini sangat meracuni udara sekitar sehingga membunuh tumbuhan yang hidup di area pertambangan.

    Di Kongo, Afrika, tambang Cobalt menggunakan tenaga kerja gratisan dengan keamanan yang minim. Selain menggunakan tenaga kerja gratisan, penambangan Lithium di Cili juga merusak alam dan membuat lokasi tambang tidak layak huni.

  4. Internet Merusak Atmosfer

     

    Karena harus berfungsi selama 24 jam, maka listrik yang digunakan oleh server internet sangatlah besar. Setiap tahunnya, internet menghasilkan 2% polusi karbon dan menghasilkan 830 juta gas Karbondioksida (CO2). Jumlah ini diperkirakan akan meningkat 3 kali lipat pada tahun 2020.

    Hal itulah yang bisa menyebabkan rusaknya atmosfer bumi.

Sekarang kalian sudah tahu kan kisah sedih dari pembuatan benda yang menjadi bagian kehidupan kita? Semoga artikel ini membuat kita semakin bijak lagi dalam memanfaatkan teknologi yang ada ya guys!

Tinggalkan Balasan