CERITA SINGKAT KOTA POMPEII

Apakah kamu pernah mendengar tentang sebuah kota kuno pada zaman Romawi yang bernama Pompeii? Kota ini adalah salah satu kota dengan peradaban paling maju pada saat itu. Seperti apa sih kota ini? Yuk langsung kita simak aja folks!

 

Sejarah Awal Kota Pompeii

Kota Pompeii didirikan sekitar abad ke-6 SM oleh orang-orang Osci atau Oscan, yaitu suatu kelompok masyarakat di Italia tengah. Saat itu, kota ini sudah digunakan sebagai pelabuhan yang aman oleh para pelaut Yunani dan Venisia.  Masa lalu Pompeii tercatat gemilang.

Ia menjadi salah satu kota penting pada zaman Romawi Kuno, megah dan mewah dengan segala gemerlapnya. Kota ini menjadi jalur penting bagi barang-barang yang datang lewat laut dan harus dikirim ke Roma atau Italia Selatan yang terletak di sepanjang Via Appia yang tidak jauh dari situ.

Pada tahun 62 M, sebuah gempa bumi hebat merusakkan Pompeii bersama banyak kota lainnya di Campania. Pada masa antara tahun 62 M hingga letusan besar Gunung Vesuvius tahun 79 M, kota ini dibangun kembali, mungkin lebih megah dalam bidang bangunan dan karya seni dari sebelumnya.

 

Kehidupan Masyarakat Pompeii

Kota Pompeii memberikan gambaran sesaat mengenai kehidupan kota Romawi pada abad pertama. Gambaran sesaat ini memperlihatkan bahwa Pompeii merupakan kota yang sangat hidup sebelum terjadinya letusan gunung. Bukti-bukti memberi petunjuk hingga ke hal yang amat detail dari kehidupan sehari-hari mereka.

Banyak pelayanan yang disediakan di kota Pompeii ditemukan, misalnya: Macellum atau pasar raya yang menyediakan makanan, Pistrinum yaitu penggilingan gandum, Thermopolium yaitu sejenis bar yang menyediakan minuman dingin dan panas, cauporioe atau restoran kecil, dan sebuah amfiteater.

Porta Stabia kala itu merupakan pusat bisnis dari kota ini. Didalamnya terdapat 10 bidang bangunan terpisah dan memiliki 20 bangunan toko yang sebagian besar menjual makanan dan minuman.

Mungkin kamu udah pernah dengar yah kehidupan masyarakat kota Pompeii seperti apa. Dan yang kamu dengar itu benar. Jauh sebelum ada kota Las Vegas, Pompeii ternyata sudah lebih dulu hadir sebagai “Sins City” pada masa lalu.

Di Pompeii, industri hiburan dan seks berdenyut kencang. Kisah-kisah sensual yang aduhai seronoknya diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi.

Barang-barang temuan di reruntuhan Pompeii menunjukkan bagaimana seks menjadi napas kota itu. Beberapa artefak hasil galian sejak abad ke-18 menunjukkan karya seni Pompeii kerap berbau berahi.

Hampir disetiap dinding kota tersebut terdapat lukisan-lukisan tak senonoh yang menggambarkan hubungan intim baik pria dengan wanita maupun sesama jenis. Bahkan, lebih liar lagi, terdapat patung dewa bersenggama dengan kambing!

Disamping itu, terdapat banyak rumah bordil didalam kota ini. Pompeii memiliki setidaknya 41 rumah bordil komersial yang tersebar di seantero kota. Masing-masing memiliki fasilitas andalan dengan variasi layanan yang berbeda. Amfiteater Pompeii yang megah gak jarang pula menawarkan atraksi tari telanjang.

Masyarakat Romawi kuno yang secara umum patriarki, tak begitu menganggap seks sebagai ruang privat. Bagi laki-laki Romawi, melakukan hubungan seksual adalah bentuk kegagahan yang selalu mereka dambakan.

 

Letusan Gunung Vesuvius

Pagi itu, masyarakat kota Pompeii menjalankan aktivitas mereka seperti biasanya. Ada yang berdagang dipasar, para budak membantu pekerjaan tuannya, para tentara melaksanakan tugasnya, dsb. Tidak ada yang menyadari bahwa hari itu, adalah hari terakhir mereka disana.

Beberapa hari sebelumnya memang sudah mulai terjadi beberapa gempa kecil yang diabaikan oleh penduduk Pompeii karena mereka sudah terbiasa dengan gempa-gempa kecil seperti itu. Dan pada sore hari tanggal 24 Agustus 79 M, sebuah letusan gunung berapi yang mematikan terjadi. Ledakan itu merusakkan wilayah tersebut, mengubur Pompeii dan daerah-daerah permukiman lainnya.

Laporan saksi mata satu-satunya yang bertahan dan dapat diandalkan tentang peristiwa ini dicatat oleh Plinius Muda dalam dua pucuk surat kepada sejarahwan Tacitus. Dari rumah pamannya di Misenum, sekitar 35 km dari gunung berapi itu, Plinius melihat sebuah gejala luar biasa yang terjadi di atas Gn. Vesuvius: sebuah awan gelap yang besar berbentuk seperti pohon pinus muncul dari mulut gunung itu. Setelah beberapa lama, awan itu dengan segera menuruni lereng-lereng gunung dan menutupi segala sesuatu di sekitarnya, termasuk laut yang di dekatnya.

 

Penemuan Kembali

Sekitar 1.600 tahun pasca letusan gunung Vesuvius, secara tak sengaja keberadaan Pompeii ditemukan. Ada jasad-jasad manusia yang diawetkan oleh abu dengan segala pose. Sepertinya kejadian tersebut berlangsung secara singkat sampai-sampai masyarakat kota pompei tidak sempat melarikan diri dan tewas bersama dengan reruntuhan kota ini.

Pose-pose dari jasad yang ditemukan memperlihatkan kegiatan terakhir mereka sebelum letusan gunung terjadi. Untuk sebagian dari mereka, ungkapan ketakutan cukup jelas kelihatan.

Forum atau bangunan untuk keperluan sosial, tempat pemandian, beberapa rumah/gedung dan sejumlah villa telah dapat diselamatkan dengan baik. Sebuah hotel dengan luas 1000 meter persegi ditemukan dekat dengan lokasi kota. Hotel ini lalu dinamakan “Grand Hotel Murecine”.

 

Okay folks, kita udah mendengar sejarah singkat tentang kota besar pada zaman Romawi kuno. Jadi pengen jalan-jalan kesini yah… Kalau kamu suka video ini, silahkan di like, comment, dan subscribe yah folks untuk mendukung terus channel ini agar semakin berkembang dan memberi manfaat bagi banyak orang! Thank you!