SEKARANG MURAH! 5 BENDA INI DULU SANGAT BERNILAI TINGGI!

Di era informasi seperti sekarang ini, kita bisa mendapatkan barang yang kita inginkan dengan cepat dan mudah. Hanya mengandalkan gadget, internet dan jari tangan, kita akan mendapatkan barang tersebut dalam hitungan jam sampai hari.

Berbeda dengan zaman dahulu dimana ketersediaan barang tidak semelimpah sekarang ini. Nenek moyang kita harus bersusah payah hanya untuk mendapatkan barang yang sekarang kita anggap tidak berharga. Seperti lima benda yang akan bos sebutkan berikut ini yang nilainya sangat tinggi pada zaman dahulu kala. Benda apa aja itu? Yuk langsung aja kita simak videonya folks!

 

5. Tomat

Tomat nyaris selalu ada dalam resep masakan dunia seperti piza, pasta, saus, juga sambal yang tersedia di meja makan.

Kali pertama dibudidayakan oleh Bangsa Maya, tomat didatangkan ke Benua Biru pada Abad ke-16.

Pada awal munculnya koloni di Amerika, tomat seakan adalah anggrek langka pada masa kini.

Kala itu, tomat adalah tanaman yang jarang, berharga, dan ditanam demi nilai estetikanya — bukan untuk manfaatnya.

Orang yang hidup pada masa itu bahkan menulis puisi, tentang tomat — seperti manusia saat ini yang menulis puisi atau sajak tentang mawar. Coba kamu bikin deh puisi tentang tomat!

 

4. Pretzel

Pretzel adalah kue lezat yang populer, dengan bentuknya yang unik, dengan tiga simpul.

Namun tahukah kamu, pretzel adalah hidangan para raja. Seperti yang terjadi di Swedia pada Abad ke-17.

Sekitar tahun 1614, pretzel dianggap sebagai kudapan yang bergengsi sehingga keluarga kerajaan merasa wajib menghidangkannya dalam pesta pernikahan sesama kaum darah biru.

Simpul dalam pretzel dianggap menggambarkan penyatuan dua insan, termasuk kekayaan kedua keluarga. Praktik tersebut melahirkan istilah ‘tying the knot.’

Kemudian, pretzel diasosiasikan dengan keberuntungan, panjang umur, dan kemakmuran. Anyway, pretzel emang enak banget sih!

 

3. Aluminium

Aluminium saat ini digunakan hampir dalam segala hal, dari mobil hingga kaleng kemasan makanan. Pada pertengahan Abad ke-19 aluminium begitu berharga, sampai-sampai Pemerintah Amerika Serikat ingin melapisi salah satu monumen kebanggaannya dengan logam tersebut.

Pada 1884, harga 28 gram alumunium mencapai US$ 1 — yang merupakan nilai yang besar pada masa itu. Belum lagi ditambah biaya tenaga kerja. Akibatnya, aluminium menjadi semacam simbol status kemakmuran.

Bahkan muncul saran untuk menambahkan aluminium untuk banyak monumen lain di Capitol Hill. Untung ga jadi folks! Kebayang gak sih kalo jadi kayak gimana?

 

2. Lada Hitam

Pada Abad Pertengahan, lada hitam — yang biasa ada di dapur kita saat ini — adalah produk paling berharga di muka Bumi. Gak ada perbandingan yang bisa mengumpamakan betapa mahalnya harga lada pada masa lalu.

Dibawa ke Eropa dari Jalur Sutra, dari Kerala di India selatan, rempah tersebut sedemikian berharga sehingga para pedagang di Venesia dan Genoa bisa mematok harga sesuka hati mereka. Itu yang membuat lada memiliki status sebagai barang mewah.

Hingga akhirnya, orang Eropa sudah bosan dipermainkan para pedagang Venesia dan memutuskan untuk mencari lada ke tempat asalnya.

Maka, dimulailah era penjelajahan seperti Christopher Columbus, Vasco de Gama, juga Sir Francis Drake.

Suatu hari, Columbus mengisi penuh kapalnya dengan apa yang ia yakini sebagai lada.

Ia kemudian membawa muatan tersebut dari Hindia Belanda ke Spanyol. Namun, setibanya di tujuan, barang yang ia bawa ternyata bukan lada melainkan bubuk cabai yang gak berharga. Mayan tuh buat cimol!

 

1. Buku 

Pada masa lalu, buku adalah barang yang sangat berharga. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas Mesir, simbol status terbesar Ptolemy III (Ptolemeus III) adalah Perpustakaan Alexandria.

Konon, perpustakaan ini memiliki koleksi 700.000 gulungan papirus.

Para penguasa Mesir begitu bersemangat untuk memperbanyak koleksi mereka sampai-sampai mereka memerintahkan prajurit untuk menggeledah setiap kapal yang masuk guna memperoleh naskah.

Suatu hari, Ptolemy III meminjam sejumlah drama klasik Yunani asli yang tak ternilai harganya dari Athena untuk disalin.

Pihak Athena tentu saja meminta jaminan, berupa 15 talen perak — dimana dengan jumlah yang sungguh besar dengan nilai saat ini.

Ptolemy III memilih kehilangan uang dalam jumlah besar daripada mengembalikan buku tersebut.

Yang luar biasa, dia memberikan salinan buku tersebut ke pihak Athena. Sayangnya Perpustaan Alexandria kini lenyap tak bersisa.

 

Okay folks itulah dia 5 benda yang dulu sangat berharga namun kini tidak lagi. Masih ada harganya sih tapi gak semahal dulu. Kalau kamu suka video ini jangan lupa klik tombol like dan subscribe yah folks untuk mendukung channel ini agar semakin baik! Thank you!