SPARTA VS PERSIA! SIAPA YANG MENANG?

Kerajaan Persia pada masa lalu sangat terkenal dengan kehebatan pasukannya dalam hal militer. Disamping jumlahnya yang sangat besar, mereka juga diperlengkapi dengan persenjataan perang yang lengkap dan canggih pada saat itu. Itulah sebabnya pada masa itu, Persia berhasil menaklukan banyak daerah dimana salah satu diantaranya adalah Yunani kuno.

Meskipun begitu, tidak semua wilayah Yunani berhasil dikuasai oleh Persia yang saat itu kekaisarannya dipimpin oleh Raja Darius I pada 499–494 SM. Oleh karena itu, kekaisaran ini banyak menghadapi pemberontakan yang dilakukan oleh rakyatnya yang tidak menyukai kepemimpinan Raja Darius I ini. Salah satu yang terkenal ialah Pertempuran Thermopylae.

 

Latar Belakang Pertempuran Thermophylae

Pada saat itu, Dua negara kota Yunani, Athena dan Eretria menyerukan Pemberontakan Ionia, yang berakhir dengan kegagalan, melawan Kekaisaran Persia pimpinan Darius I.

Pemberontakan Ionia mengancam kesatuan kekasiarannya, sehingga Darius pun bersumpah menghukum mereka yang terlibat di dalamnya, terutama Athena, karena ia yakin bahwa bangsa Ionia pasti akan diuhukum atas pemberontakan mereka.

Disamping itu, Darius juga melihat kesempatan untuk memperluas kekaisarannya ke dunia Yunani kuno yang telah terpecah-pecah. Saat itulah, Darius mengirim utusan ke semua negara kota Yunani pada 491 SM, meminta hadiah ‘tanah dan air’ sebagai perlambang ketundukan mereka kepadanya.

Setelah menyaksikan kehebatan militer Persia setahun sebelumnya, sebagian besar kota Yunani tunduk padanya. Akan tetapi, di Athena, dan di Sparta, utusan Persia langsung saja dilempar ke dalam sumur yang menandakan bahwa Sparta dan Athena secara efektif berperang dengan Persia.

 

Pecahnya Pertempuran Thermopylae

Pertempuran Thermopylae adalah pertempuran antara persekutuan negara kota Yunani, dipimpin oleh Raja Leonidas dari Sparta, melawan Kekaisaran Persia pimpinan Xerxes I selama tiga hari, pada invasi kedua Persia ke Yunani.

Invasi Persia ini adalah tanggapan yang tertunda atas kekalahan pada invasi pertama Persia ke Yunani, yang berujung pada kemenangan Athena dalam Pertempuran Marathon pada 490 SM.

Xerxes mengumpulkan pasukan darat dan angkatan laut yang besar untuk menaklukan seluruh Yunani. Jenderal Athena, Themistokles mengusulkan agar pasukan Yunani menghalangi gerak maju pasukan Persia di celah Thermopylae, dan pada saat yang sama menghalangi armada persia di Selat Artemision.

Pasukan Yunani sebanyak 7.000 orang berarak ke utara untuk menghalangi celah pada musim panas 480 SM. Pasukan Yunani yang kalah jumlah menahan pasukan Persia yang berjumlah 100.000-150.000 selama tujuh hari (termasuk tiga hari pertempuran) sebelum barisan belakangnya dihancurleburkan dalam salah satu perjuangan terakhir paling terkenal dalam sejarah.

Selama dua hari penuh pertempuran, pasukan kecil yang dipimpin Raja Leonidas I dari Sparta menghalangi satu-satunya jalan yang dapat dilalui oleh pasukan besar Persia. Setelah hari kedua pertempuan, seorang penduduk lokal bernama Ephialtes mengkhianati pasukan Yunani dengan memberitahu jalan kecil ke balik garis pertahanan Yunani.

Leonidas, menyadari bahwa pasukannya akan terkepung, menyuruh sebagian besar tentaranya pergi sedangkan dirinya tetap bertahan bersama 300 tentara Sparta, 700 tentara Thespiai, 400 tentara Thebes dan mungkin beberapa ratus tentara lainnya. Pada akhirnya sebagian besar tentara Yunani terbunuh.

Setelah pertempuran ini, armada Yunani, di bawah komando politisi Athena Themistokles, di Artemision memperoleh kabar kekalahan di Thermopylae. Karena strategi Yunani membutuhkan pertahanan di Thermopylae dan Artemision, sedangkan Thermopylae tak dapat dipertahankan, maka armada Yunani pun memutuskan untuk mundur ke Salamis.

Pasukan Persia menyerbu Boiotia lalu menaklukan Athena yang penduduknya sebelumnya telah dievakuasi. Armada Yunani, menginginkan kemenangan atas armada Persia, memutuskan untuk menyerang dan akhirnya berhasil mengalahkan armada Persia dalam Pertempuran Salamis pada akhir 480 SM.

Takut terjebak di Eropa, Xerxes pun mundur bersama sebagian besar pasukannya ke Asia dimana banyak tentaranya yang kemudian tewas akibat kelaparan dan penyakit, meninggalkan Mardonios untuk tetap meneruskan penaklukan atas Yunani. Setahun kemudian, pasukan Yunani secara telak mengalahkan pasukan Persia pada Pertempuran sekaligus mengakhiri invasi Persia.

 

Okay folks itulah salah satu pertempuran bersejarah yang paling terkenal di dunia. Bahkan pertempuran ini pun diangkat kesebuah film layar lebar yang berjudul 300. Hikmah dari cerita ini ialah sebesar apapun tantangan yang ada didepan mata, asalkan niat, kita pasti bisa melewatinya. Kalau kamu suka video ini jangan lupa klik tombol like dan subscribe yah folks karena bos masih punya banyak video-video menarik lainnya.