WAH! TERNYATA INI TOH SEJARAH BUKU!

Pepatah mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Hal itu memang benar! Karena dengan membaca buku kita bisa menyerap puluhan tahun pengetahuan penulisnya dalam waktu yang jauh lebih singkat. Oleh karena itu kita tidak boleh malas membaca buku. Pilihlah buku-buku yang positif yang akan menambah wawasan dalam hidup kita.

Saat ini buku telah mengalami perkembangan. Dari yang tadinya dalam bentuk kertas, kini buku telah menjelma kedalam bentuk digital atau biasa disebut e-book. Namun dibalik semua itu terdapat cerita yang panjang akan perkembangan buku. Seperti apa ceritanya? Yuk langsung aja kita simak videonya folks!

 

Awal Mula Tulisan

HIEROGLIF

 

Di zaman kuno, tradisi komunikasi dan penyampaian informasi berupa syair, doa-doa, maupun cerita masih bersifat lisan, disampaikan dari mulut ke mulut, sehingga metode menghafal menjadi sebuah ciri tradisi masa ini.

Seiring berjalannya waktu, informasi yang akan disampaikan semakin banyak sedangkan manusia tidak mungkin menghafal semua informasi tersebut. Itulah sebabnya, masyarakat kuno harus melakukan sesuatu agar informasi yang ingin disampaikan tersebut tidak cepat terlupakan.

Bangsa Mesir adalah bangsa pertama yang menemukan tulisan. Tulisan tersebut kita kenal sebagai hieroglif. Hieroglif pertama kali dituliskan pada dinding-dinding batu berupa prasasti. Bentuk tulisannya pun tidak seperti tulisan alfabet saat ini.

Seiring berjalannya waktu, menulis di dinding dirasa cukup merepotkan serta memakan tempat yang cukup banyak. Mereka harus memikirkan ulang cara yang lebih efektif dan efisien untuk mencurahkan buah pikiran mereka.

 

PAPIRUS

 

Akhirnya pada tahun 2400 SM, bangsa Mesir menciptakan papirus. Kata bahasa Inggris paper sendiri yang berarti kertas diambil dari kata papirus. Papirus dibuat dari tumbuhan sejenis alang-alang yang banyak tumbuh di tepi sungai Nil. Papirus dipipihkan hingga membentuk lembaran. Kumpulan lembaran ini kemudian digulung dan disebut buku.

Tulisan pada papyrus ini juga banyak digunakan oleh bangsa Romawi. Dalam perkembangannya, panjang gulungan papyrus bisa mencapai puluhan meter, sehingga merepotkan orang yang menulis dan membacanya. Gulungan papyrus terpanjang di dunia terdapat di British Museum London dengan panjang 40,5 meter.

Kesulitan menggunakan gulungan papirus ini kemudian melahirkan sebuah inovasi di zaman itu. Sejalan dengan keinginan dan kebutuhan untuk meningkatkan sisi kemudahan dalam peradabannya, maka di awal Abad Pertengahan gulungan papirus digantikan oleh lembaran kulit domba terlipat yang dilindungi oleh kulit kayu yang keras yang dinamakan codex.

 

CODEX

 

Selain codex, orang juga mengenal manuskrip sebagai bentuk yang hampir sama dengan codex, yaitu kulit binatang yang sampulnya terbuat dari kayu.

Codex sering disebut sebagai kumpulan naskah kuno yang berisi ajaran agama. Kata codex diambil dari bahasa Latin, yang berarti blok kayu. Blok kayu ini kemudian dilapisi lilin di atasnya hingga membentuk sebuah buku kuno.

Kelebihan codex dibanding papirus ialah dapat dipakai ulang. Ketika ingin menulis yang baru, lapisan lilinnya dipanakan hingga meleleh dan kosong. Barulah ditulis ulang. Tulisan tangan dalam codex dan manuskrip dianggap sebagai tulisan yang mulai tersusun secara rapih.

Masyarakat kuno menggunakan codex selama ribuan tahun hingga akhirnya pada pertengahan Abad V, terjadi perkembangan yang signifikan dari codex. Masyarakat di Timur Tengah mulai menggunakan kulit domba untuk menulis.

 

PERKAMEN

 

Kulit domba disamak dan dibentangkan hingga membentuk lembaran. Lembaran kulit domba ini disebut pergamenum dan selanjutnya disebut perkamen. Lembaran kulit domba ini kemudian disusun secara berlipat, diikat di salah satu sisinya dengan menggunakan jepitan dari kulit, sehingga lebih mudah digunakan. Perkamen dianggap sebagai bentuk awal dari buku berjilid.

 

VELLUM

 

Buku yang serupa dengan yang kita kenal sekarang, berkembang di Zaman Pertengahan. Bahan dasarnya terbuat dari kulit anak sapi atau disebut vellum. Vellum dibuat menjadi lembaran, dan setiap lembarnya dilipat di bagian tengahnya. Vellum lebih tebal daripada perkamen, sehingga kedua sisinya bisa ditulisi. Setiap empat lembar vellum menjadi delapan halaman dan dianggap sebagai satu bagian/satu buku. Bagian yang sudah selesai itu dijahit di bagian belakang. Kedua bagian depan dan belakang kemudian dilapisi kayu, ditutup kembali dengan kulit, sehingga hasilnya seperti buku yang dipakai sekarang.

Perkembangan pembuatan buku tidak lepas dari peran signifikan pembuat kertas asal Cina yang bernama Tsai Lun. Sekitar tahun 105 M, ia menyerahkan contoh kertas kepada Kaisar Ho Ti. Kertas tersebut berbahan dasar bambu yang cara pembuatannya mirip dengan pembuatan kertas saat ini. Hasil penciptaan kertas ini telah membawa Cina menjadi pengekspor kertas satu-satunya di dunia pada Abad ke-2 M.

 

MESIN CETAK PERTAMA

 

Karena hal ini lah pada abad ke 15 M, seorang berkebangsaan Jerman yang bernama Johannes Gutenberg terinspirasi untuk membuat mesin cetak untuk memudahkan penulisan. Mesin ini memanfaatkan huruf-huruf logam yang terpisah. Huruf-huruf itu bisa dibentuk menjadi kata atau kalimat. Namun, tetap saja untuk menyelesaikan satu buah buku diperlukan waktu agak lama karena mesinnya kecil dan jumlah huruf yang digunakan terbatas. Kelebihannya, mesin cetak Gutenberg mampu menggandakan cetakan dengan cepat dan jumlah yang banyak.

Pembuatan mesin cetak oleh Guttenberg menandai proses awal menuju modernisasi pembuatan buku. Pada tahun 1800 M, ditemukan mesin pencetak kertas yang memakai tenaga uap dan bisa mencetak 1100 lembar/jam. Selanjutnya, di akhir abad ke-19 ditemukan lagi mesin yang bisa menyusun 6000 kata/jam dan semuanya sekali ketik.

 

E-BOOK

 

Saat perangkat komputer dan printer telah diciptakan, mencetak buku tentu menjadi semakin mudah dan cepat. Kini buku tidak hanya tersedia dalam bentuk fisik namun juga dalam bentuk digital yang bisa kamu bawa kemana-mana didalam smartphone atau tabletmu.

 

Okay folks itulah dia sejarah singkat dari buku yang kita gunakan sejak kecil sampai saat ini. Semakin canggihnya teknologi saat ini kayaknya udah gak ada alasan lagi yah untuk tidak membaca. Karena informasi saat ini bisa kamu temukan dengan mudah tidak hanya melalui buku. Kalau kamu suka video ini, jangan lupa klik tombol like dan juga tombol subscribe yah folks supaya kamu gak ketinggalan info-info keren lainnya. Makasih!